Berkualitas, Berprestasi, Bersinergi 2019 / 2020


ATMOSFER

Kategori: X-IPS - Jum`at, 20 Maret 2020 - dilihat 164 kali

ATMOSFER

 

 

KOMPETENSI INTI

 

KI.3  Memahami ,menerapkan,menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural

         berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya,  

         dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan

         peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan  

         pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan

         minatnya untuk   memecahkan masalah

 

KOMPETENSI DASAR

 

3.5  Menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika 

        atmosfera.

 

  1. Identitas Ciri-Ciri Lapisan Atmosfer Dan Pemanfaatannya

 

Pengertian Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri dari beberapa ga yang dipertahankan oleh gravitasi bumi dan digunakan untuk melindungi bumi dari serangan luar. Udara kering pada atmosfer mengandung gas nitrogen ± 78%, atmosfer semakin ke atas cenderung berubah menjadi atom-atom gas.

Ilmu yang memepelajari atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi bumi disebut meteorologi. Hal yang dipelajari meteorilogi adalah antara lain: awan, angin, guntur, gejala cahaya, endapan air di udara, dan lain-lain.

Bagian-bagian atmosfer yang diselidiki adalah sebagai berikut.

Atmosfer bagian bawah diselidiki dengan alat sinopsis secara langsung misalnya termometer, barometer, barograf dan lain-lain.

Atmosfer bagian atas diselidiki dengan alat sebagai berikut.

Balon yang dilengkapi dengan meteograf (alat pencatat temperatur, tekanan, dan basah udara).

Balon yang dilengkapi dengan radio sonde yang dapat memancarkan hasil penyelidikan

mengenai temperatur, tekanan, dan legas udara ke permukaan bumi.

 


                                                      

Gambar : Lapisan Atmosfer

 

Lapisan Atmosfer

 

Atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan sebagai berikut.

a         Troposfer : 0 – 12 km

               Lapisan ini sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi.

               Di dalam lapisan   ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca, seperi angin, awan, hujan,

               halilintar, dan lain-lain.

       Troposfer itu terdiri atas :

  • Lapisan Planetar : 0 – 1 km
  • Lapisan Konveksi : 1 – 8 km
  • Lapisan Tropopause : 8 – 12 km

        Temperatur troposfer relatif tidak konstan, semakin tunggi suhu semakin rendah.

         Ketinggihan troposfer di kutub ± 8 km suhu ± -460 C,

          di daerah sedang ± 11 km suhu ± -500 C, dan

         di daerah Ekuator ketinggian ± 16 km dengan suhu ±  -500 C.

 

  1. Tropopause yaitu lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan stratosfer.   

          Temperaturnya relatif konstan.

        Kegiatan udara secara vertikal (konveksi) terhenti pada lapisan tropopause ini.

 

  1. Stratosfer : 12 – 60 km

      Stratosfer terdiri atas tiga lapisan .

  • Lapisan Isoterm
  • Lapisan panas
  • Lapisan campuran teratas

       Pada Stratosfer terbentuk lapisan O3 pada ketinggian 35 km. Pada stratosfer, perbedaan   

       ketinggian menyebabkan perbedaab temperatur.

  Lapisan Ozon yaitu lapisan pelindung troposfer dan permukaan bumi dari pancaran sinar

  ultraviolet yang berlebihan sehingga tidak merusak kehidupan di bumi.

 

  1. Stratopause merupakan lapisan peralihan antara stratosfer dan mesosfer. Suhu di stratosfer

                   umumnya konstan.

Pada ketinggian 50 km, suhu 5oC dan disebut daerah stratopause.

 

  1. Mesosfer : 60 – 80 km

Mesosfer terletak di antara lapisan stratopause dan mesopause.

 

  1. Mesopause merupakan lapisan peralihan antara mesosfer dengan stratosfer.

Memiliki temperatur –500C sampai 700C

Merupakan lapisan pelindung bumi dari kejatuhan meteor. Meskipun ada meteor yang sampai ke permukaan bumi, namun sudah terbakar dan hancur sehingga yang sampai ke bumi hanya kepingan pecahan saja.

 

g. Termosfer : 80 – 100 km

Memiliki temperatur antara –400C sampai –50C.

Di dalam lapisan ini sebagian molekul dan atom-atom udara mengalami ionisasi.

 

h. Ionosfer : 100 – 800 km

Memiliki temperatur antara 00C sampai lebih dari 700C

Di dalam lapisan ini seluruh atom udara mengalami ionisasi

Pada lapisan ionosfer terdapat tiga lapisan sebagai berikut:

q  Lapisan E atau lapisan Kennelly Heavyside (100 – 200 km)

q  Lapisan F atau lapisan Appleton (200 – 400 km)

q  Pada kedua lapisam di atas gelombang radio mengalami pemantulan, yakni gelombang panjang dan  pendek

q  Lapisan atom (400 – 800 km)

 

i. Eksosfer : lebih dari 800 km

             Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer bumi paling luar.Pengaruh gaya berat pada

             lapisan ini sangat kecil.Benturan antar bagian udara jarang terjadi pada lapisan meteor

             mulai berinteraksi dengan susunan gas atmosfer bumi

 

  1. Pemanfaatan Penyelidikan Atmosfer

 

     Penyelidikan atmosfer memiliki beberapa kegunaan, antara lain sebagai berikut.

a         Untuk mengdakan ramalan cuaca (prakiraan cuaca) jangka pendek atau jangka panjang. Prakiraan cuaca ini penting sekali bagi kehidupan pertanian, penerbangan, pelayaran, dan peternakan.

b         Untuk menyelidiki kemungkinan-kemungkinan diadakan hujan buatan.

c         Untuk mengetahui sebab-sebab gangguan radio, televisi, dan bagaimana memperbaiki hubungan melalui udara.

d         Untuk mengetahui syarat-syarat hidup di lapisan udara bagian atas.

e         Tempat menyelediki atmosfer disebut stasiun meteorologi atau observatorium meteorologi.

f          Lapisan atmosfer dengan komposisinya yang menyelimuti seluruh permukaan bumi sangat bermanfaat bagi kehidupan di muka bumi. Karena lapisan atmosfer mempunyai peran :

g         Mengurangi radiasi matahari yang sampai pada permukaan bumi. Seperti uap air (awan), pertikel udara, ozon, kesemuanya bersifat menyerap dan memantulkan radiasi matahari sebelum sampai di bumi.

h         Mendistribusikan air (melalui siklus air) ke berbagai wilayah permukaan.

i           Menyediakan oksigen untuk manusia dan hewan, dan karbondioksida untuk tumbuh-tumbuhan.

 

     Unsur-unsur dalam atmosfer yang berpengaruh terhadap cuaca dan iklim adalah

a         Karbondioksida (CO2), unsur ini dapat mengakibatkan kenaikan suhu di permukaan bumi, karena mempunyai ciri Green House Effect (efek rumah kaca) bersifat tembus pandang pada gelombang pendek, dan menyerap radiasi gelombang panjang. Karbondioksida diperlukan tumbuh-tumbuhan (proses fotosintesis) dan sumbernya berasal dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan hewan.

b         Ozon (O3) yang terletak di stratosfer dapat menyerap radiasi ultraviolet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi manusia.

c         Uap air (H2O), dapat menyerap radiasi matahari sebanyak 3% dan memantulkan 24% sebelum sampai di permukaan bumi.

d         Debu dapat menyerap radiasi matahari dan mempercepat kondensasi.

e         Partikel dapat menyerap radiasi matahari sebanyak 14% dan memantulkan 6% sebelum sampai di permukaan bumi. Radiasi yang telah sampai di permukaan bumi dipantulkan kembali sebanyak 6%, sehingga radiasi yang diterima permukaan bumi 47% dan dirubah menjadi energi yang mempengaruhi suhu atmosfer dari bawah ke atas permukaan bumi.

 

 

 

 

  1. Pengertian Cuaca dan Iklim

 

    Cuaca adalah keadaan rata-rata udara pada suatu daerah yang sempit dengan waktu tertentu

                  atau dalam waktu relatif singkat. Cuaca ini dapat berubah setiap saat, karena pengaruh

                   perubahan suhu, kelembaban suhu, dan gerakan udara.

    Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam periode atau waktu yang lama dan daerah yang luas.

 

     Pola iklim suatu daerah dapat diketahui dengan mencari rata-rata data cuaca tahunan selama 10

     hingga 30 tahun.

     Cuaca dan iklim adalah mengkaji hal yang sama, yaitu keadaan atmosfer bumi dan perbadaan

     pada lamanya waktu dan luas daerahnya.

     Ilmu yang mempelajari keadaan cuaca dan iklim disebut Meteorologi dan Klimatologi.

     Lembaga yang mengkaji atmosfer bumi di Indonesia adalah badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di bawah Departemen Perhubungan Republik Indonesia.

 

a. Unsur-unsur Cuaca

Cuaca dapat berubah-ubah setiap saat di suatu tempat. Untuk mengetahui keadaan cuaca, terlebih dahulu harus memahami unsur-unsur cuaca, misalnya suhu udara, tekanan udara, angin, kelenbaban udara, serta curah hujan.

 

Jenis Awan

 

Gambar : Awan Cumulus                                                          Gambar : awan Cirrus

 

   

              Gambar : awanCiro cumulus                                         Gambar : awanCirostratus

 

        Gambar : awan Alto Cumulus                                         Gambar : awan StratoCumulus

 

 

 

                                                     Gambar : awan Cumulus Nimbus

 

 

b. Suhu Udara atau Temperatur

 

               Letak suatu wilayah dapat menentukan tinggi rendahnya temperatur udara. Wilayah Indonesia terletak pada lintang rendah, yaitu 60LU – 110LS dan 950BT – 1410BT, sehingga wilayahnya sepanjang tahun mendapat sinar matahari cukup tinggi dan suhu rata-rata 260C.

Selama satu tahun matahari melewati titik 00 ekuator sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September, sedangkan pada tanggal 22 juni matahari melewati titik balik 23030iLU dan tanggal 22 Desember matahari melewati titik balik 23030iLS.

Wilayah Indonesia terdiri atas kepulauan sehingga amplitudo suhu pada siang dan malam hari tidak terlalu tinggi, yaitu hanya ± 10C. karena sifat air laut dapat menaikkan dan menurunkan suhu udara di sekitarnya.

                                      

Beberapa hal yang mempengaruhi panas permukaan bumi oleh penyinaran matahari sebagai berikut. :

 

  1. Sudut Datang Sinar

Apabila arah sinar matahari semakin tegak dengan bidang horizontal permukaan bumi atau semakin sudut datanganya sinar matahari, maka semakin tinggi intensitas panas matahri terhadap permukaan bumi. Hal ini disebabkan luas cakupan penyinaran yang lebih sempit. Sebaliknya, sinar matahari yang datangnya miring menyebabkan luas cakupan penyinaran lebih luas sehingga intensitas panasnya lebig rendah.

 

  1. Lama Penyinaran

 

Wilayah Indonesia terletak pada lintang antara 23030iLU - 23030iLS. Letak tersebut menyebabkan lama penyinaran matahari kurang lebih 12 jam, penyionaran matahari yang panjang berpengaruh terhadap peningkatan panas permukaan bumi.

 

Lintang

 

Lama Waktu Penyinaran Maksimal

Oo  (equator)

12 Jam

17o

13 jam

41o

15 jam

49o

16 jam

63o

20 jam

66,5o

24 jam

67,5o

1 bulan

90 (Kutub)

6 bulan

 

  1. Kondisi Udara / Keadaan awan

 

Awan pada lapisan udara dapat menahan sinar matahari sebelum sampai di permukaan bumi. Pada pagi hari awan dapat menyebabkan temperatur rendah, tapi pada siang hari menyebabkan temperatur tinggi, karena awan dapat memantulkan kembali panas yang dipancarkan permukaan bumi. Semakin banyak uap air, maka semakin besar panas yang diserap, akibatnya temperatur menjadi tinggi.

 

  1. Ketinggian Tempat

     Ketinggian suatu daerah sanga mempengaruhi temperatur daerah tersebut dan sekitarnya. Semakin tinggi suatu daerah, maka semakin rendah suhu udaranya.

Gradien Termis  atau  gardien temperatur vertikal adalah setiap naik 100 meter terjadi penurunan suhu udara rata-rata 0,60C.

Temperatur rata-rata suhu suatu daerah tropis dapat dirumuskan sebagai berikut.

 

        T = 26,3 – 0,6h

 

T      : temperatur rata-rata yang dicari

          di suatu tempat

26,3 : temperatur rata-rata di daerah pantai  tropis

0,6    : konstan temperatur

     : tinggi tampat dalam ratusan meter

 

Contoh soal :

          Berapa temperatur daerah A, jika mempunyai ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut ?

          Penyelesaian

                  T =  26,3 – 0,6 (15)

                     =  26,3 – 9

                     = 17,30C

        Jadi, temperatur rata-rata daerah A adalah 17,30C

 

  1. Macam Permukaan Bumi dan Kecerahan Batuan

 

Sifat daratan labih cepat panas atau dingin sedangkan air laut lebih lambat menjadi panas atau dingin. Jenis tanah atau batuan yang berona gelap lebih bersifat menyerap panas, sedangkan batuan terang bersifat memantulkan panas.

 

c. Tekanan Udara atau Angin

 

Tekanan udara adalah tekanan yang disebabkan oleh beratnya lapisan udara itu sendiri. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer .

Barometer  atas tiga jenis, yaitu :

      Barometer Air Raksa yang menggunakan skala milimeterair raksa (mmHg)

      Barometer Aneroid yang menggunakan skala milibar (mb)

      Barograf yaitu barometer yang secara otomatis mencatat sendiri tekanan udara setiap

       jangka waktu tertentu dalam kertas barogram denagn skala milibar (mb)

 

 

                      Gambar : Angin Fohn

 

Satuan yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah atmosfer, yaitu 1 atmosfer = 760 mm dan air raksa (760 mmHg). Atau, dapat pula dinyatakan dengan milibar, yaitu 1 atmosfer = 760 mmHg = 1.013 milibar.

Tekanan daerah antara daerah satu dengan yang lain tidak sama, karena jumlah pemanasan berbeda. Akibatnya, daerah satu bertekanan udara maksimum dan daerah lain bertekanan minimum. Garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udar yang sama disebut Isobar.

Pada dasarnya, gerakan massa udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah, sehingga terjadilah angin. Daerah yang bertekanan minimum disebut Depresi. Depresi terjadi karena adanya perbedaan pemanasan matahari permukaan bumi. Perbedaan pemanasan matahari tersebut mengakibatkan terjadinya perbedaan tekanan udara, maka terjadilah angin

  1. Kelembapan Udara atau Curah Hujan

    Kelembaban udara atau curah hujan merupakan banyak sedikitnya jumalah uap air yang dikandung oleh udara dan dapat diukur dengan alat Higrometer. Kelembapan udara dinyatakan dengan satuan persen (%) dan dibedakan atas dua macam.Kelembapan Nisbi atau Relatif

 

Kelembapan nisbi atau relatif adalah perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung oleh udara pada suatu temperatur yang sama dengan jumlah uap air. Maksimum yang dikandung oleh udara dan dinyatakan dengan persen (%).

 

Rumus untuk mencari Kelembapan Nisbi adalah :

     

RH       : kelembapan Nisbi dalam persen

            e: kandungan uap air hasil pengukuran secara 

                 langsung

             E: kemampuan maksimal udara dalam  

                 menampung uap air.

 

Kelembapan Absolut atau Mutlak

              Kelembapan absolut atau mutlak adalah jumlah maksimum air yang terkandung dalam  

               udara tiap-tiap 1 m3 yang dinyatakan dalam jumlah gram uap air.

 Untuk setiap temperatur udara tertentu jumlah uap air yang dikandung uadara berbeda-beda

jumlahnya. Semakin tinggi temperatur, uap air yang dapat dikandung udara semakin banyak.

 

Kelembapan uidara sangat mempengaruhi aktifitas kehidupan manusia di muka bumi. Manusia tidak suka hidup di daerah dengan kelembapan udara di atas 60%, karena udara dingin, lembap, mudah mendapat gangguan pernapasan, bronkitis, dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas kerja. Selain itu, manusia tidak senang hidup dengan kelembapanudara di bawah 50% karena udaranya panas dan melemahkan.

 

  1. Mengklasifikasi Berbagai Iklim.

 

1. Pembagian Iklim Menurut Garis Lintang

Pembagian iklim menurut garis lintang disebut juga iklim matahari karena didasarkan banyak sedikitnya sinar matahari diterima bumi. Bumi dalam berotasi garis sumbunya membentuk sudut 660,5 dan selalu sejajar sehingga terjadilah pergeseran semu matahari tahunan ke utara dan selatan yang menyebabkan adanya iklim yang berbeda.

        Pembagian iklim matahari sebagai berikut :

1         Iklim tropis terletak antara 230,5LU - 230,5LS

2         Iklim subtropis terletak antara 230,5LU – 350LU atau 230,5LS – 350LS

3         Iklim sedang terletak antara 350LU – 660,5LU atau 350LS – 660,5LS

4         Daerah dingin terletak antara 660,5LU – 900LU atau 660,5LS – 900LS

 

 

2. Pembagian Iklim Menurut Junghun

Kalau Koppen membagi iklim dimuka bumi secara horisontal, Junghuhn membagi atas dasar ketinggian (vertikal). Junghuhn manandai daerah iklim ini dengan jenis vegetasi alam tumbuh di daerah-daerah tersebut.

Pembagian iklim menurut Junghuhn terbagi atas 4 zone :

a         Daerah panas : ketinggian tempat 0 – 700 m

b         Daerah sedang : ketinggian 700 – 1500 m

c         Daerah sejuk : ketinggian 1500 – 2500 m

d         Daerah dingin : 2500 m ke atas

                                               

 

3. Iklim Koppen

 

Koppen membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdaarkan jumlah curah hiujan dan suhu. Alasannya, bahwa kedua unsur itu berpengaruh besar terhadap bumi dan kehidupan di muka bumi.

Pembagian iklim menurut Koppen, yaitu :

1. Tipe iklim A : Iklim hujan tropis dengan temperatur normal bulan terdingin lebih dari 180C

2. Tipe iklim B : Iklim kering, penguapan melebihi curah hujan

3. Tipe iklim C : Iklim sedang (laut), temperatuir normal bulan terdingin antara -30C – 180C.

4. Tipe iklim D : Iklim sedang (darat) dengan temperatur bulan terpanas diatas 10 0C  dan bulan terdingin di bawah -30C.

5. Tipe iklim E : Iklim salju, suhu rata-rata pada suhu terpanas dibawah 100C.

 

 

Klasifikasi iklim menurut koppen di Indonesia sebagai berikut :

Af      : Terdapat di derah Indonesia bagian barat, tengah dan utara yaitu  Sumatra, Kalimantan,Sulawesi utara. Curah hujan turun tiap-tiap bulan sepanjang tahun.

Aw       : Terdapat di daerah Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia meliputi Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Tenggara. Kepulauan Aru dan Irian Jaya Pantai Selatan. Daerah ini mempunyai musim kemarau panjang selama musim dingin di belahan bumi selatan.

Am       : terdapat di daerah Indonesia antara daerah iklim Af dan Aw di atas meliputi daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, sebagian Sulawesi Selatan dan sebagian pantai selatan Irian Jaya.

C       : Terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan

EF     : Terdapat di peguinungan salju

 

  1. Iklim menurut Schmid – Ferguson

 

    Pembagian iklim menurut kedua ahli tersebut berdasarkan banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan yakni perbandingan antara jumlah rata bulan kering dengan jumlah rata-rata bulan basah dikalikan 100%.

 

                                                Rata-rata jumlah bulan kering

     Rumus         Q =       Rata-rata jumlah bulan kering      x 100%

 

Menurut Nohr seorang ahli ilmu tanah :

Bulan kering jika curah hujan sebulan kurang dari 60 mm

Bulan lembab jika curah hujan sebulan antara 60 mm – 100 mm

Buylan basah jika curah hujan sebulan labih dari 100 mm

 

5. Iklim menurut Oldeman

Klasifikasi iklim menurut Oldeman merupakan zona untuk pertanian (zona Agroklimat) yang berdasarkan curah hujan dengan mengaitkan kebutuhan budi daya pertanian. Berbeda dengan Mohr, dalam klasifikasi Oldeman berdasarkan bulan basah yang berlangsung secara berturut-turut, dengan membagi tiga kriteria:

a   Bulan basah, apabila bulan dengan total curah hujan kumulatif lebih dari 200 mm

b   Bulan lembab, apabila bulan dengan total curah hujan kumulatif antara 100 – 200 mm

c   Bulan kering, apabila bulan dengan total curah hujan kumulatif kurang dari 100 mm

Klasifikasi iklim Oldeman ada lima zona Agroklimat utama dan terbagi menjadi 18 sub zona berdasarkan jumlah bulan kering yang berlangsung berturut-turut ;

 

Klasifikasi iklim Oldeman

Zona/tipe iklim

Jumlah bulan basah

Berturut turut

Jumlah sub zona

A

B

C

D

E

>9

7 – 9

5 – 6

3 – 4

<3

A1,A2

B1,B2,B3

C1,C2,C3,C4

D1,D2,D3,D4

E1,E2,E3,E4,E5

 

 

 

 

 

Periode kering dan masa tanam

Bulan kering

(bulan)

Masa tanam

(bulan)

K  e  t  e  r  a  n  g  a  n

<2

2 – 3

 

4 – 6

 

 

7 – 9

>9

 

11 – 12

9 – 10

 

6 – 8

 

 

3 – 5

<3

Dapat dilakukan tanaman sepanjang tahun.

Dapat dilakukan tanaman sepanjang tahun dan perlu perencanaan yang matang.

Periode basah tak dapat dihindari, tetapi dapat dilakukan dua budidaya tanaman secara bergantian.

Dapat dilakukan satu kali tanam

Tidak dapatd idgunakan untuk kegiatan pertanian jika tidak dikembangkan sistem irigasi yang menjamin kesediaan air.

 

F. Pola Persebaran Curah Hujan di Indonesia

Persebaran curah hujan di Indonesia pada dasarnya akan mengikuti pergeseran letak garis DKAT sesuai dengan peredaran semu harian Matahari dari garis balik utara menuju ke garis balik selatan. Misalnya, Pulau Jawa akan mengalami hujan maksimal sekitar bulan Januari – Februari karena pada saat itu DKAT melewati wilayahnya, sehingga memiliki tekanan udara minimum.

Oleh karena pengaruh angin muson pola umum persebaran curah hujan di Indonesia dapat dikatakan semakin ke timur curah hujan semakin sedikit dan sebaliknya. Wilayah curah hujan tertinggi adalah Pantai Barat Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan daerah dengan ketinggian antara 600 – 900 meter di atas permukaan laut, sedangkan yang terendah adalah wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi Tengah./

Berdasarkan tingkat curah hujan tahunan, wilayah Indonesia dapat dibagi menjadi 4 daerah hujan sebagai berikut.

1         Daerah hujan di atas 3000mm/tahun yang meliputi wilayah dataran tinggi Sumatra Barat, Kalimantan Tengah, beberapa pulau di Pulau Jawa, Bali, Lombok dan Dataran Tinggi Papua.

2         Daerah curah hujan antara 2000 – 3000mm/tahun meliputi sebagian Sumatra Timur, Kalimantan Selatan dan Timur , sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian besar Papua, dan Maluku.

3         Daerah curah hujan antara 1000 – 2000mm/tahun meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Kepulauan Aru dan Tanimbar, serte Merauke.

4         Daerah curah hujan kurang dari 1000mm/tahun meliputi daerah padang rumput di Nusa Tenggara serta daerah sekitar Palu dan Luwukdi Sulawesi Tengah