Berkualitas, Berprestasi, Bersinergi 2019 / 2020


LITOSFER

Kategori: X-IPS - Jum`at, 20 Maret 2020 - dilihat 347 kali

DINAMIKA PERUBAHAN LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI MUKA BUMI

 

 

KOMPETENSI INTI

 

  1. Memahami ,menerapkan,

menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 

KOMPETENSI DASAR

 

3.4 Menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika

       litosfer.

 

  1. Struktur Lapisan Kulit Bumi (Litosfer) Dan Pemanfaatannya

 

Pengertian Litosfer

 

Lapisan kulit bumi sering disebut Litosfer,

Litosfer berasal dari kata Litos = batu,

                                            sfeer / sphaira = bulatan/ lapisan

Jadi Litosfer adalah Lapisan batuan

 Litosfer merupakan lapisan batuan/kulit bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1.200 km.

Tebal kulit bumi tidak merata.

Kulit bumi dibagian benua/daratan lebih tebal dari pada di bawah samudera.

 

Bumi tersusun atas beberapa lapisan :

 

a         Barisfer, yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun dari

lapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi).

Jari-jari ± 3.470 km dan batas luarnya ada kurang lebih 2.900 km di bawah permukaan bumi.

 

b         Lapisan Pengantara, yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1.700 km.

Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3.

lapisan pengantara disebut juga asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.

 

c         Litosfer,yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara dengan ketebalan 1.200 km. Berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm2.

 

 

 

 

 

 

 

J:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Litosfer bumi terdiri atas dua bagian :

 

  • Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. dalam lapisan ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan metamorf, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial juga disebut lapisan kerak bersifat padat dan kaku berketebalan rata-rata ± 35 km.

              Kerak dibagi menjadi dua bagian :

 

  • Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini yang menempati sebagai benua.

 

  • Kerak Samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini menempati sebagai samudera.

 

 

 

  • Lapisan Sima, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini memp[unyai berta jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium, yaitu mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.

 

Batuan-batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :

      batuan beku,

      sedimen dan

      batuanmetamorf.

 

      Batuan Beku

              Batuan jenis ini ialah batuan yang terbentuk karena magma pijar yang mendingin menjadi

              padat. Berdasarkan tempat pendinginannya,

              ada tiga macam batuan beku.

 

  • Batuan Beku Dalam (batuan tubir)

                      Batuan tubir terbentuk jauh didalam kulit bumi dan hanya terdiri atas kristal saja.

                      karena pendinginannya lambat sekali, maka kristalnya besar-besar,

                      contohnya:  granit.

 

  • Batuan leleran/batu beku luar

                       Batuan ini membeku diluar kulit bumi sehingga temperatur turun cepat sekali.

                       Zat -zat dari magma hanya dapat membentuk kristal-kristal kecil, dan sebagian ada

                       yang sama sekali tidak dapat menjadi kristal. Itu sebabnya batuan leleran ada yang

                       terdiri dari kristal-kristal besar, kristal-kristal kecil dan bahan amorf,

                       misalnya liparit. Ada yang hanya terdiri dari bahan amorf, misalnya batu apung.

 

  • Batuan korok/batu beku gang

                        Batuan ini terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Karena empatnya

                        dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat. Itu sebabnya batuan ini terdiri dari

                        kristal besar, kristal kecil dan bahkan ada yang tidak mengkristal,misalnya bahan

                        amorf. Contohnya granit fosfir.

 

      Batuan Sedimen

 

        Bila batuan beku lapuk, maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkut air, angin atau

        es lalu diendapkan di tempat lain.

        Batuan yang mengendap ini disebut batuan sedimen. Batuan ini mula-mula lunak, tetapi lama

        kelamaan menjadi keras karena proses pembatuan.

 

Dilihat dari perantaranya atau mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :

 

  • Batuan Sedimen aeris atau aeolis

             Pengangkut batuan ini adalah angin .

             Contohnya:  tanah los, tanah tuf dan tanah pasir di gurun.

 

 

 

  • Batuan sedimen glasial

Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya moraine.

  • Pengangkut sedimen aquatis (aqua = air)
  • Breksi, yakni batuan sedimen yang terdiri dari batu-batu yang bersudut tajam yang sudah direkat satu sama lain.
  • Konglomerat, yaitu batuan sedimen yang terdiri dari batu-batu yang bulat-bulat yang sudah direkat satu sama lain.
  • Batu pasir

 

Dilihat dari tempat pengendapannya ada tiga macam batuan sedimen, yaitu :

 

  • Batuan sedimen lakustre, yakni batuan sedimen yang diendapkan di danau.

Contohnya tuf  danau, tanah liat danau.

 

  • Batuan sedimen kontinental, yakni batuan sedimen yang diendapkan di laut.

Contohnya: tanah los, tanah gurun pasir.

 

  • Bataun sedimen marine, yakni batuan yang diendapkan di laut

contohnya: lumpur biru di pantai, endapan radiolaria di laut dalam, lumpur merah.

 

      Batuan Metamorf

 

       Batuan ini merupakan batuan yang mengalami perubahan yang dahsyat. Asalnya dapat dari

       batuan beku atau batuan sedimen. Perubahan itu dapat terjadi karena bermacam-macam

       sebab, antara lain sebagai berikut.;

  • Suhu tinggi.

                     Suhu tinggi bersal dari magmam, sebab batuan itu berdekatan dengan dapur

                     magma, sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak.

                    Contohnya : marmer dari batu kapur, dan antrasit dari batu bara.

 

  • Tekanan Tinggi

                     Tekanan tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan yang tebal sekali di

                     atasnya,

                     contoh batu pasir dari pasir

 

  • Tekanan dan suhu tinggi

                     Tekanan dan suhu tinggi terjadi kalau ada pelipatan dan geseran waktu terjadi

                      pembentukan pegunungan, metamorfosa ini disebut metamorfosa dinamo.

 

                     Contoh : batu asbak, schist, dan shale

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Tenaga Geologi

 

        Tenaga Geologi dapat diartikan sebagai tenaga pembentuk dan pengubah bentuk muka bumi

        yang yang terdiri atas tenaga endogen dan eskogen.

 

Tenaga Endogen

               Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi meliputi:

        Tektonisme,

        vulkanisme, dan

        gempa bumi .

 

                                 Tektonisme

                      Tektonisme merupakan tenaga yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan letak

                       lapisan permukaan bumi secara vertikal atau horisontal.

                       Gejala yang tampak dari aktivitas ini biasa disebut dengan dislokasi, yaitu

                        pergeseran lapisan kulit bumi secara paksa.

              Gerakan tektonisme dibedakan menjadi dua,  yaitu Epirogenesa dan orogenesa

 

      Gerak Epirogenesa adalah gerak yang berupa pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi wilayah yang luas. Gerak ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Epirogenesapositif  dan
  •  Epirogenesa negatif.
  • Epirogenesa positif adalah gerak yang menyebabkan terjadinya penurunan di muka bumi. Penurunan ini terjadi karena adanya penambahan beban,

misalnya banyaknya sedimentasi pada suatu daerah cekungan.

 

  • Epirogenesa negatif adalah gerak yang menyebabkan pengangkatan lapisan kulit bumi. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan beban ,

misalnya lapisan es mencair. Pengangkatan ini menyebabkan permukaan laut tampak turun.

 

           Gerak orogenesa adalah gerak yang berupa pergeseran lapisan bumi yang sangat cepat

          meliputi daerah yang sangat sempit.

          Gerak orogenesa menyebabkan adanya tekanan  secara horisontal dan vertikal pada kulit

           bumi. Gerakan ini menimbulkan bentukan muka bumi berupa lipatan dan patahan.

 

Gambar : Retakan akibat Tenaga Tektonisme

 

Gambar : Retakan Jalan Hasil Gempa Bumi

 

Lipatan batuan terjadi karena struktur batuan mengalami suatu tekanan yang tidak terlalu besar atau cepat, tetapi berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Tekanan yang terjadi akibat tenaga tektonisme tersebut mendorong dan mengangkat ;lapisan batuan yang relatif lunak atau lentur. Bagian punak lipatan disebut antiklinal, sedangkan lembahnya disebut sinklinal.

Patahan terjadi akibat adanya tenaga tektonik yang relatif besar dan cepat terhadap lapisan kulit bumi sehingga terpatah-patah, baik secara vertikal maupun horisontal.

 

Berbagai bentuk muka bumi yang terjadi akibat patahan yaitu sebagai berikut.:

  • Graben, disebut juga Slenk, yaitu tanah turun berupa depresi yang terbenytuk karena terjadinya

                patahan sehingga blok batuan mengalami penurunan.

  • Horst,yaitu tanah naik yang terjadi apabila bagian di antara p[atahan mengalami pengangkatan

               sehingga lebih tinggi dari daerah sekitarnya.

 

 


 

 

  Vulkanisme

 

               Vulkanisme adalah gejala atau peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari

                              dalam litosfer dan menyusup ke lapisan yang lebih atas yang disebut intrusi magma

                                atau plutonisme.

               Apabila magma tersebut naik sampai ke permukaan bumi disebut proses ekstrusi magma.

 

Bentuk-bentuk muka bumi khususnya di daratan tidaklah sama. Untuk lebih jelasnya perhatikan materi berikut ini !

                         Gunung

Gunung mempunyai bentuk seperti kerucut. Pada sisi lereng gunung terdapat jurang-jurang yang merupakan jalan air atau lava menuju ke lembah. Kebanyakan gunung di Indonesia adalah gunung berapi.

Proses pembentukan gunung api dikenal dengan istilah vulkanisme. Gunung api terbentuk oleh proses intrusi dan ekstrusi magma dari lapisan kulit bumi. Setelah sampai dipermukaan bumi, magma yang keluar kemudian membeku dan membentuk timbunan. Magma keluar ke permukaan bumi melalui letusan atau erupsi gunung api. Apabila erupsi sering terjadi, magma akan membentuk lapisan timbunan yang membuat gunung api semakin tinggi.

 

       Gbr : G. Krakatau

 

 

Gmb. G. Hawai

 

 

 

 

 

                              Intrusi Magma

Magma dari dari dalam bumi dapat mengalir menyusup di bawah permukaan bumi.

Setelah membeku, penyusupan magma ini membentuk kenampakan sebagai berikut.:

  • Batolitadalah batuan beku yang terbentuk dalam dapur magma.
  • Lakolit adalah batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya menyerupai lensa cembung.
  • Silladalah sisipan magma yang membeku pada dua lapisan litosfer yang membentuk lapisan tipis dan lebar.
  • Diatremaadalah batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan litosfer.

                                    Gambar : Intrusi Magma

 

        Ekstrusi magma

               Ekstrusi gunung api terjadi apabila magma keluar kepermukaan bumi akibat tekanan dari dalam bumi. Aktivitas ini menimbulkan letusan (erupsi) pada gunung api.

      

Dilihat dari bentuk lubang keluarnya magma, terdapat tiga macam erupsi sebagai berikut.

      Erupsi linear : magma keluar melalui pecahan kulit bumi sehingga membentuk deretan gunung api , misalnya gunung api laki atau Laki Spleet di Islandia yang panjang nya retakan 30 km

 

      Erupsi areal : magma sangat dekat letaknya pada permukaan bumi , membakar atapnya dan melelehkan pada permukaan bumi. Terdapat di Colombia, Yellow Stone national Park Ethiopia

 

      Erupsi sentral : magma keluar melaui sebuah lubang dan membentuk gunung tersendiri letaknya mis. Maona loa Krakatau, Vesuvius

 

 

Proses erupsi sentral dapat mengakibatkan tiga macam bentuk gunung api, yaitu :

 

        Gunung api perisai (tameng)

 Gunung api ini terbentuk karena sifat magma yang keluar sangat encer, sehingga mudah   

 mengalir ke segala arah.

 

        Gunung api maar

Terbentuk karena ukuran dapur magma kecil dan letaknya dangkal, sehingga letusan hanya terjadi satu kali kemudian mati.

 

        Gunung api strato

Gunung api ini terbentuk karena terjadi erupsi eksplosif dan erupsi efusif berselang-seling. Gunung api strato paling banyak dijumpai di dunia. Contoh gunung api Merapi, Merbabu, Semeru, Fuji di Jepang, Vesuvius di Italia dan lain-lain.

 

Berdasarkan kekuatan letusan dan kandungan material yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibadakan menjadi dua, yaitu :

  • Erupsi Eksplosif, adalah erupsi yang menyebabkan ledakan akibat tekanan gas magmatis yang sangat kuat. Material yang dikeluarkan bersifat padat dan cair.

 

  • Erupsi Efusif, adalah erupsi yang tidak menimbulkan ledakan, karena tekanan gas kurang kuat. Materi yang dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit material padat yang berukuran kecil.

 

Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material yang

dikeluarkan, letusan gunung api dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:

Letusan tipe Hawai

       Tipe ini terjadi karena lava yang keluar dari kawah sangat cair, sehingga mudah mengalir ke

        segala arah. Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan bentuk seperti perisai.

        Contoh: gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawai.

 

Letusan tipe Stromboli

       Tipe ini bersifat spesefik, letusan – letusan terjadi dengan interval atau tenggang waktu yang

        hampir sama. Gunung api stromboli di kepulauan Lipari tenggang waktu letusannya

       ± 12 menit. Jadi setiap ± 12 menit terjadi letusan yang memuntahkan material, bom, lapili,

       dan abu. Contoh gunung api bertipe stromboli adalah gunung Vesuvius (Italia) dan gunung

       Raung (jawa).

 

Letusan tipe Vulkano

       Letusan tipe ini mengeluarkan material padat seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahan

       padat dan cair atau lava. Letusan tipe ini didasarkan atas kekuatan erupsi dan kedalaman

       dapur magmanya. Contoh : gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta gunung semeru di jawa

       Timur

 

Letusan tipe Merapi

        Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah. Akibatnya,

       tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecah sumbat lava. Sumbat yang

       pecah-pevah terdorong ke atas dan akhirnya terlempar keluar. Material ini menuruni lereng

       gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selai itu terjadi pula awan panas atau gloedwolk.

       Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk sekitarnya.

 

Letusan tipe Perret atau Plinian

       Tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusak lingkungan. Material yang dilemparkan

        mencapai ketinggian sekitar 80 km. Letusan ini dapat melemparkan kepundan atau

        membobol puncak gunung, sehingga dinding kawah melorot. Contoh gunung krakatau yang

        meletus pada tahun 1883 dan St. helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.

 

Letusan tipe Pelee

       Letusan tipe ini biasanya terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang

       bentuknya seperti jarum, ehingga menyebabkan tekanan gas menjadi besar. Apabial

       sumbatan tidak kuat maka gunung tersebut akan meletus.

 

 

 

 

Letusan tipe Sint Vincent

        Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava.

       Letusan mengakibatkan daerah di sekitar gunung akan diterjang lahar panas yang sangat

       berbahaya.

-          Contoh : gunung kelud yang meletus pada tahun 1919 dan gunung sint vincent yang meletus pada tahun 1902.

 

Material yang dikeluarkan saat gunung api meletus bermacam-macam. Material tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

 

Material padat (efflata), terdiri atas:

a         Bom (batu-batu besar)

b         Slak atau kerak (batu-batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom)

c         Lapili, berupa kerikil

d         Pasir

e         Debu

f          Batu apung

 

Menurut asalnya efflata dibedakan menjadi dua, yaitu :

q  efflata allogen, bersal dari batu-batu sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan.

q  efflata autogen (pyroclastica), bersal dari magma itu sendiri.

q  Material cair

q  Bahan cair keluar dari gunung api jika magma cair dari dalam bumi melelh keluar dari lubang kawah tanpa terhambat oleh sumbatan dan tidak terdapat sumbatan dipuncaknya.

q  Lava adalah magma yang meleh di luar pada lereng gunung api

q  lahar panas adalah campuran magma dan air , sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir

q  Lahar dingin terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah.

 

 

Material gas atau ekshalasi terdiri atas :

      Solfator, berbenuk gas belerang (H2S).

      Fumarol, berbentuk uap air (H2O)

      Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2). Gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun dan lebih berat dari oksigen, sehingga berada di dekat tanah dan mudah dihirup oleh makhluk hidup.

 

Gambar Letusan Gunung Api

Gambar : Ilustrasi Proses Letusan G. Api

Gunung api ketika akan meletus sudah memberikan tanda-tanda atau gejala. Tanda-tanda ini dapat dikenali oleh masyarakat sekitar, sehingga dapat dilakukan usaha penyelamatan atau pengungsian.

 

Tanda-tanda gunung merapi akan meletus adalah :

a         Temperatur di sekitar kawah naik.

b         Banyak sumber air mengering.

c         Sering terjadi gempa.

d         Sering terjadi suara gemuruh di puncak gunung.

e         Banyak binatang turun gunung atau berpindah.

 

Selain di atas, gunung api juga melihatkan tanda setelah meletus (Pascavulkanik), diantaranya :

a        Munculnya ekshalasi atau sumber gas, contohnya di Dieng, Jawa Tengah.

b        Keluarnya mata air panas, contohnya di Cilemati, Jawa Barat.

c        Mata air makdani, yaitu mata air panas yang mengandung mineral seperti belerang. Contohnya di Maribaya (Jawa Barat), Batu Raden dan Dieng (Jawa Tengah)

d        Geyser, yaitu mata air panas yang disemburkan ke udara. Ketinggian geyser dapat mencapai 70m. contoh di Irlandia dan Yellowstone Park (Amerika Serikat).

 

 

        Gempa Bumi

 

          Gempa bumi adalah getaran permukaan bumi yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari

                dalam.

      Dilihat dari intensitasnya, ada dua macam gempa :

      Macroseisme, yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa menggunakan alat.

      Microseisme, yaitu gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam.

Hal ikhwal mengenai gempa bumi nin perlu diselidiki agar akibat yang ditimbulkannya dapat diramalkan dan upaya penanggulangannya dapat dilakukan.

Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang-gelombang seismik serta perambatannya disebut seismologi.

Dalam kajian seismologi ini diperlukan berbagai alat. Salah satu alat yang terpenting adalah

seismograf atau alat untuk mencatat gempa.

 

Ada dua macam seismograf:

  • Seismograf horizontal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah horizontal.
  • Seismograf vertikal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah vertikal.

Besaran (magnitudo) gempa yang didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skala Richter. Selain itu ada massa yang bebasdari getaran gempa yang disebut massa stationer.

Cara kerjanya: apabila pada massa stationer tadi dipasang pena tajam dan ujung pena itu disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan terjadi goresan antara massa stasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari gambaran getaran bumi. Dari-dari goresan-goresan itu para ahli dapat membaca tekanan dan frekwensi suatu gempa.

              Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dewasa ini telah ditemukan beberapa cara untuk mengetahui pusat gempa. Beberapa cara itu adalah :

Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf. Yaitu satu seismograf vertikal, satu seismograf horizontal yang berarah utara-selatan, dan satu lagi seismograf horizontal yang berarah timur barat. Dengan tiga seismograf ini akan ditemukan letak episentrum.

 Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak dalam satu homoseista. Ketiga tempat yang terletak dalam satu homoseista itu dihubungkan, kemudian ditarik garis sumbu pada garis yang menghubungkan tempat-tempat pencatatan.

Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak episentrum. Cara ini dicari dengan mengggunakan rumus Laska, yaitu :

Δ    = {(S-P)-1} x 1 megameter

Δ    = jarak episentrum

S-P= selisih waktu pencatat gelombang primer dengan gelombang sekunder, dalam satuan menit.

     

Gambar : Seismograf

 

Gempa dapat dibedakan sebagai berikut:

A. Berdasarkan pusat  gempa atau hiposentrum

1         Gempa dalam, jika hiposentrumnya terletak 300 – 700 km di bawah permukaan bumi.

2         Gempa intermediet, jika hiposentrumnya terletak 100 – 300 km di bawah permukaan bumi.

3         Gempa dangkal, jika hiposentrumnya kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.

4         Berdasarkan bentuk episentrumnya.

5         Gempa linier, jika episentrumnya berbentuk garis contoh : gempa tektonik karena patahan.

6         Gempa sentral, jika episentrumnya berbentuk titik .

 

B. Berdasarkan letak episentrumnya.

1       Gempa daratan, jika episentrumnya di daratan.

2      Gempa laut, jika episentrumnya didasar laut.

 

 

 

Gambar : Hiposentrum dan Proses Gempa Bumi

 

Gempa bumi adalah sentakan pada kerak bumi yang dirasakan sebagai getaran akibat kekuatan gelombang secara vertikal dan horizontal yang terjadi karena aktivitas tektonisme, vulkanisme, atau runtuhnya permukaan bumi.

a         Gempa tektonik

      Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran kerak bumi atau tektonisme. Aktivitas tektonisme yang sering menimbulkan terjadinya gempa, yaiotu tektonik yang menyebabkan dislokasi atau patahan.

      Pergeseran kerak bumi di sepanjang bidang patahan menimbulkan goncangan yang kemudian merambat ke segala arah melalui materi-materi penyusun bumi. Apabila goncangan tersebut meramba melalui permukaan bumi dapat membinasakn semua yang tidak tahan menahan goncangan tersebut.

 

b.   Gempa vulkanik

      Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi karena adanya aktivitas vulkanisme, baik sebelum, pada saat, atau sesudah letusan.

      Magma yang keluar melalui pipa –pipa gunung api bergerak bersama dengan batuan penyusun tubuh gunung api. Getaran akibat pergerakan tersebut diteruskan ke segala arah melalaui materi penyusun kerak bumi. Oleh karena itu, sebelum terjadi letusan gunung api terasa adanya gempa bumi terlebih dahulu.

 

c.   Gempa runtuhan

      Gempa ini disebut juga gempa terban adalah gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan misalnya di dalam gua atau daerah tambang atau tanah longsor. Getaran yang ditimbulkan akibat gempa runtuhan tidak selalu hebat, tetapi hanya meliputi daerah sekitar runtuhan.

        

 

 

                                  

 Intensitas Gempa dan Tanda- Tandanya

 

 

 

Untuk lebih memahami tentang gempa bumi , berikut ini antara lain Istilah-istilah penting dalam ilmu tentang gempa (seismlogi)

a         Hiposentrum adalah sumber atau pusat gempa dalam gempa bumi yang dapat berbentuk garis atau titik. Dari situlah asal mula gelombang primer (longitudinal) dngan gerakan merapat dan merenggang yang dirambatkan dengan kecepatan 7 – 14 km/detik, kemudian diikuti oleh gelombang sekunder (tranversal), yaitu gerakan naik dan turun yang dirambatkan dengan kecepatan 4 – 7 km/detik.

b         Episentrum adalah garis atau titik di permukaan bumi yang tegak lurus terhadap hiposentrum. Dari tempat itulah getaran gelombang gempa pertama kali dirasakan kemudian dirambatkan ke segala arah secara mendatar sehingga menjadi sumber gelombang permukaan.

c         Makroseisme adalah daerah di sekitar episentrum yang menderita kerusakan hebat akibat getaran gelombang gempa.

d         Pleistoseista adalah garis pada peta yang membatasi makroseisme.

e         Isoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan tingkat kerusakan yang sama akibat gempa.

f          Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang dilalui gelombang gempa pada waktu yang sama

Gambar : Proses Gempa Tsunami

 

 

 

 

 

 

 

 

Tenaga Eksogen

       Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi terutama diperankan oleh dinamika atmosfer serta organisme hidup (biosfer). Tenaga eksogen biasannya bersifat merusak.

Tenaga ini dibedakan menjadi 4, yaitu :

  • pelapukan,
  • pengikisan/erosi,
  • pengangkutan dan
  • sedimentasi/pengendapan.

 

  • Pelapukan

       Pelapukan adalah rusaknya batuan dari butiran besar menjadi butiran kecil bahkan halus dengan tanpa mengubah susunan fisiknya (mekanis), dengan mengubah susunan kimawinya (kimia) atau karena tumbuhan, hewan dan manusia (biologis)

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pelapukan batuan, yaitu:

  • kedaan struktur batuan,
  • iklim, topografi dan
  • vegetasi.

 

      Pelapukan mekanik disebut juga pelapukan fisik adalah peristiwa pemecahan batuan menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil karena pengaruh tenaga fisik pada batuan tersebut. Batuan tersebut dapat hancur karena pengaruh sinar matahari atau perubahan temperatur tanpa ada perubahan susunan kimiawinya.

 

      Pelapukan kimiawi adalah proses perusakan atau penghancuran batu-batuan sekaligus mengubah susunan kimiawinya. Oleh karena itu, palapukan ini sering disebut juga dengan dekomposisi karena batuan tersebut tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga mengalami perubahan komposisi (susunan kimiawi). Pelapukan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, tumbuh-tumbuhan dan binatang.

 

      Pelapukan biologis adalah proses pengrusakan atau penghancuran batu-batuan yang disebabkan oleh kegiatan organisme baik tumbauhan maupun hewan, misalnya akar pohon, rayap, dan semut yang masuk ke dalam celah-celah batuan.

 

Gambar : Erosi Muka Bumi

 

  • Erosi/pengikisan

Erosi atau pengikisan adalah proses lepasnya butiran-butiran batuan dari batuan induknya karena gesekan, tumbukan, atau graviasi akibat adanya tenaga di permukaan bumi, misalnya air dan angin. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan erosi tidak sama antara satu tempat dengan tempat yang lain.

 

Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap erosi di daerah tropis basah, yaitu:

o   tenaga aliran permukaan,

o   di daerah gurun oleh tenaga angin, dan

o   di daerah pantai oleh tenaga gelombang laut.

 

Bentuk hasil erosi berbeda-beda bergantung pada materi penyebab erosinya.

        Pengikisan oleh aliran air sungai secara vertikal dan horizontal menimbulkan perubahan bentuk lembah sungai.

        Pengikisan oleh air permukaan berupa:

  • erosi percik,
  • erosi lembar,
  • erosi alur, dan erosi parit menimbulkan perubahan morfologi dan bentuk aliran sungai.

 

        Abrasi oleh gelombang laut antara lain dapat menyebabkan terbentuknya tanjung dan teluk.

        Deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh tenaga angin dengan hasil tenaga bentukannyaantara lain berupa batu jamur.

        Eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh es (erosi glasial) dengan bentukannya berupa palung yang menyerupai huruf U dan pada akhirnya dapat berubah menjadi fyord.

        Pengangkutan adalah proses pemindahan butiran batuan yang lepas dari satu tempat ke tempat lain oleh tenaga dan media pengangkut seperti air, es, dan gaya gravitasi.

        

       Fakor yang berpengaruh terhadap pengangkutan antara lain:

o   kemiringan lereng dan volume air. Sebagai contoh pada lereng yang terjal pengangkutan lebih cepat daripada di daerah yang landai.

 

  • Sedimentasi

      Sedimentasi terjadi karena kecepatan tenaga dan media pengangkut materi erosi berkurang

      sehingga material yang dibawanya mengendap. Sedimentasi dapat terjadi di daratan, di danau, di

      sungai, atau di muara sungai.

 

Bentukan alam hasil sedimentasi berbeda-beda menurut tempat terjadinya.

 

a         Sedimen marine adalah segala material hasil abrasi yang diangkut dan diendapkan di daerah pantai.

Contoh bentukan alam hasil sedimen marine yaitu gosong.

            Gosong adalah timbunan pasir di pantai sebagai hasil pengikisan oleh air laut.

            Gosong yang menghubungkan pulau karang dengan pulau utama dinamakan tombolo.

 

b         Sedimen flufial adalah segala material yang diangkut dan diendapkan oleh tenaga sungai.

Oleh karena itu, tempat pengendapannya antara lain di dasar sungai, danau, dan muara sungai.

Contoh bentukan alam hasil sedimen fluvial yaitu delta.

Delta adalah deposit lumpur, pasir, atau kerikil yang mengendap di muara sungai.

 

c         Sedimen eolis adalah segala material yang diangkut dan diendapkan oleh tenaga sngin.

Contoh bentukan alam hasil sedimen eolis adalah yaitu dune.

Dune adalah bukit pasir rendah di daerah pantai.

 

Material yang terbawa erosi setelah menempuh jarak ertentu akan di endapkan, karena tenaga erosi semakin berkurang. Semua hasil pelapukan batu-batuan yang diendapkan lama kelamaan menjadi batuan sedimen.

Batuan sedimen dapat dikelompokkan bardasrkan tenaga alam yang mengangkutnay dan tempat pengendapannya sebagai berikut.

 

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya.

 

      Sedimen akuatis, yaitu oleh air

      Sedimen aeolis (aeris), yaitu oleh angin

      Sedimen marine, yaitu oleh air laut

      Sedimen glasial, yaitu oleh gletser (es)

      Berdasarkan tempat pengendapannya.

      Sedimen fluvial, yaitu di sungai

      Sedimen terestris, yaitu di darat.

      Sedimen limnis, yaitu di danau atau rawa

      Sedimen marine, yaitu di laut

      Sedimen glasial, yaitu di daerah es

 

 

 

 

 

 

 

PEDOSFER  (Tanah)

 

  1. CIRI DAN PROSES PEMBENTUKAN TANAH DI INDONESIA

 

Pengertian Tanah :

 

Tanah adalah kumpulan dari benda alam dipermukaan bumi yang tersusun dalam horison –

 horison , terdiri dari campuran bahan mineral organik , air, udara dan merupakan media

 tumbuhnya tanaman.

 Tanah dapat diartikan sebagai akibat bekerjanya gaya- gaya alam (natural body) yang

 terbentuk dan berkembang alam (Natural material) di permukaan bumi. Hal ini diakibatkan

 adanya pengaruh berbagai faktor alam di permukaan bumi sehingga dapat digunakan sebagai

 penumbuh tanaman.

 

 Lahan adalah permukaan daratan dengan kekayaan benda- benda padat , cair dan gas .

 Lahan juga dapat diartikan suatu kawasan yang mempunyai sifat- sifat yang sama seperti jenis

 tanah topografi dan drainase serta dapat digunakan untuk tujuan tertentu

       contoh : lahan sawah, tegalan, pekarangan, dan lahan pasang surut.

 

  1. Faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah adalah sebagai berikut :

 

s = f (i, o,r,bi,w)

 

s : sifat- sifat tanah

f : faktor

i : iklim

o : organisme (jasad hidup : vegetasi, organisme,  manusia)

r : relief

bi : bahan induk

w : waktu

 

v  Iklim merupakan faktor penting dalam proses pembentukan tanah.

Suhu dan curah hujan yang relatif tinggi dapat melakukan proses pelapukan dan pencucian yang berlangsung cepat

 

v  Organisme Akumulasi bahan organik, daur ( cyclus ) unsur hara, dan pembentukan

             struktur tanah yang stabil sangat mempengaruhi jenis dan proses pembentukan tanah.

              Unsur N dapat diikat tanah dalam udara oleh mikroorganisme yang hidup dalam tanah

              dan bersimbiosa dengan tanaman.

   

v  Bahan Induk  Tanah yang terdapat di permukaan Bumi  sebagian memperlihatkan sifat-sifat    ( terutama sifat kimia ) yang sama dengan   induknya, Sifat-sifat bahan induk yang masih terlihat,

       misalnya tanah-tanah berstruktur pasir merupakan akibat dari bahan induk yang   

        kandungan pasirnya tinggi

 

v  Topografi : Topografi suatu daerah juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan tanah, yaitu dapat mempercepat atau memperlambat pengaruh iklim

 

v  Waktu :  Lamanya waktu juga berperan dalam pembentukan tanah.

          Bahan induk yang mengalami pelapukan dan pengembangan tanah tentunya membutuhkan waktu yang cukup untuk membentuk tanah. Proses pembentukan tanah yang terus berlangsung, bahan induk tanah akan berubah berturut-turut menjadi tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua.

 

    Komponen Pembentukan Tanah meliputi :

1        Kandungan Mineral sebanyak 45%

2        Kandungan Bahan Organik sebanyak 5 %

3        Kandungan Air sebanyak 25 %

4        Kandungan Udara sebanyak 25 %

 

  1. Warna dalam tanah dipengaruhi oleh :

1        persenyawaan besi dalam tanah

 (warna lebih terang)

2        kandungan bahan organik (warna lebih gelap)

3        persenyawaan kuarsa

4        persenyawaan unsur magma

 

 

 

 


O

 

 

A

 

 

B

 

C

 

 

R

 

Profil tanah meliputi :

1        Horison O

Lapisan paling atas yang terdiri

dari sisa bahan organik

2        Horison A

Lapisan kaya mineral/unsur hara

3        Horison B

Lapisan rendah mineral/warna

lebih terang dan lebih merah

4        Horison C

Lapisan bahan induk yang mengalami  pelapukan belum sempurna untuk menjadi tanah.

5        Horison D atau R

Lapisan batuan  induk

 

  1. PH (Potential Of Hydrogen) Tanah atau derajat keasaman tanah

Tingkat keasaman sesuatu tanah di tunjukkan sebagai berikut :

1        tanah masam (jumlah unsur H lebih tinggi)

2        tanah basa (sikali), kandungan ion OH+ lebih tinggi daripada ion H-

3        tanah netral , kandungan ion H-  sama dengan ion OH-  atau PH = 7

        TINGKAT KEASAMAN TANAH

No

Tingkat Keasaman

Nilai pH

Sangat asam

Asam

Agakasam

Netral

Alkalis atau basa

4,5

4,5-5,5

5,6-6,5

6,6-7,5

> 8,5

  1. Tekstur Tanah menunjukkan sifat halus atau kasarnya butiran- butiran tanah yang merupakan perbandingan dari : Tanah pasir (sand), Tanah Liat (clay) dan Tanah Lempung/debu (slif)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


     

      

 

Erodibilitas : % pasir + % debu

                                 % Liat

 

  1. Struktur Tanah merupakan susunan yang terdapat pada Horison A,  dan B meliputi : unsur remah (crumb) ,gumpal (Platelke), keping (block), kubus gumpal (subangular block), prismatik (prismatic) , bertiang (columner)

 

  1. Kerusakan Tanah dan Upaya- Upaya untuk Mengurangi erosi tanah

 

Kerusakan Tanah di Indonesia di sebabkan oleh dua faktor yaitu :

 

  1. Faktor alam seperti erosi tanah dan topografi yang curam
  2. Faktor social seperti manusia dalam upayanya mengurangi Erosi Tanah

Seperti di bawah ini :

      Metode vegetatif dengan penanaman tanaman/reboisasi.

      Strip cropping dengan Penanaman searah garis kontur

      Crop Rotation dengan Pergiliran tanaman pada lahan tertentu

      Cover Crops denganPenanaman pada permukaan tanah yang kosong

      Mulching dengan Pemberian bahan pada permukaan tanah untuk menghalangi penguapan air tanah mis  serbuk gergaji, pupuk kandang, jerami daun- daunan.

      Cara mekanik dengan cara mencangkul dan membajak tanah.

 

  1. Pengolahan Tanah

 

  1. Pengolahan menurut kontur
  2. Galengan dan saluran menurut kontur
  3. Teras
  4. Drainase dan sistem irigasi

 

 

 

  1.    Persebaran Beberapa Jenis tanah di Indonesia
  2. Podzolik : tanah mineral yang berasal dari batuan kapur yang bersifat basa meliputi

                  P. Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara

  1. Regosol :tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api  meliputi P. Jawa,

                 Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara

  1. Latosol : tanah yang banyak mengandung besi dan aluminium  atau Mediteran Merah

                  Kuning : meliputi :Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara , dan

                  Kepulauan maluku

  1. Podsol : tanah yang terbentuk dari batuan induk meliputi : Jambi, Bangka, Riau,

                  Belitung, Kalimantan Barat dan Papua

  1. Litosol :tanah berbatu- batu  meliputi seluruh Indonesia.
  2. Planosol : meliputi Lampung, Jawabarat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara
  3. Grumusol : tanah yang berbentuk material halus berlempung meliputi Jawa Tengah,

                   Jawa Timur, Pulau Madura, Nusa Tenggara dan Maluku

  1. Andosol : tanah yang berasal dari gunung api meliputi : Sumatera Utara, Sumatera Barat,

                     Sumatera Timur, Jawa Kalimantan, Bali, Lombok, Minahasa dan

                     Halmahera

  1. Aluvial : tanah yang terbentuk dari material halus hasil pengendapan aliran sungai di

                      dataran rendah atau lembah . Banyak terdapat hampir seluruh Indonesia.

  1. Organosol (gambut) : meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Pantai timur Sumatera,

                    Pantai barat Sumatera, Pantai Kalimantan Timur dan pantai utara papua

 

 

 

 

 

 

  1.  Pengaruh vegetasi terhadap erosi tanah antara lain :
  2. menghalangi air hujan tidak jatuh langsung dipermukaan tanah
  3. menghambat aliran permukaan
  4. memperbanyak penyerapan air dalam tanah

 

  1. Erosi Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan.

 

Erosi Tanah

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa erosi adalah proses lepasnya butiran-butiran batuan dari batuan induknya terutama oleh pengaruh air. Erosi oleh air ini mengakibatkan kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Erosi Percikan (splash erosion)

Erosi percikan adalh proses pengikisan tanah akibat adanya percikan, terutama oleh air hujan atau air sungai. Proses erosi terjadi pada saat percikan air mengenai tanah dan membawa partikel-partikel tanah tersebut ke tempat lain untuk diendapkan.

Erosi Lembar (sheet erosion)

Erosi lembar adalah proses pengikisan lapisan tanah yang letaknya paling atas dan sangat tipis. Erosi ini biasanya terjadipada tanah yang telah dibajak sehingga lapisan tanah yang subur menjadi hilang.

Erosi Alur

Erosi alur adalah erosi yang terjadi pada permukaan tanah yang miring sehingga terbentuk aliran-aliran kecil. Erosi ini terjadi karena erosi lembar bekerja secara terus menerus.

Erosi Parit (gully erosion)

Erosi parit terjadi apabila aliran-aliran kecil akibat erosi alur berkumpul menjadi aliran yang lebih besar. Oleh karena itu, aliran airnya pun menjadi lebih deras dan proses erosinya semakin besar. Bentukan alam yang dihasilkan oleh erosi ini antara lain jurang-jurang yang dalam dengan