Berkualitas, Berprestasi, Bersinergi 2019 / 2020


MENGENAL BUMI

Kategori: X-IPS - Jum`at, 20 Maret 2020 - dilihat 195 kali

MENGENAL BUMI

 

KOMPETENSI DASAR

3.3 Menganalisis dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan.

A. TEORI KEJADIAN ALAM SEMESTA MENURUT ILMU PENGETAHUAN

Bumi adalah planet tempat kita hidup dan mencari kehidupan. Sampai saat ini, hanya bumilah satu-satunya planet yang dapat kita tinggali. Bagaimana bentuk bumi kita? Perhatikan gambar di atas dengan seksama.

Jika dilihat dari angkasa, bumi bagaikan sebuah kelereng yang sangat besar. Ya, bumi tempat kita tinggal ini kelihatan besar sekali. Namun, jika dibandingkan dengan alam semesta, bumi ibara sebutir debu yang melayang di udara.

Gambar : Teori Big Bang

 

Bumi hanyalah salah satu dari sembilan planet yang mengelilingi matahri dan membentuk Tata Surya. Dari sembilan planet itu bumi bukanlah yang terbesar. Planet terbesar adalah Yupiter yang besarnya 11 kali bumi. Dan tentu Matahari lebih besar lagi.

Kini kita menyadari betapa kecilnya bumi yang kita tinggali ini. Meskipun demikian, bumi sangat berarti bagi kita. Bumi adalah rumah kita di jagat raya ini. Oleh karena begitu pentingnya bumi, merilah kita mempelajarinya. Sementara ini bumi merupakan dari sembilan planet yang dapat kita tinggali. Karena di bumi inilah sumber-sumber penghidupan terdapat. Seperti adanya atmosfer, air, dan tanah, yang kesemuanya itu merupakan penunjang bagi kehidupan makhluk hidup yang mendiami bumi, proses yang terjadi di bumi serta metarial-material penyusun bumi.

 

Gambar : Terjadinya Alam Semesta

 

Terdapat 3 Teori Terciptanya Alam Semesta yaitu :

 

  1. BIG BANG THEORY (Akibat ledakan dari satu gumpalan zat raksasa yang hebat

                     kemudian pecah- pecah akibat tenaga dalam di tengah- tengahnya

                     sehingga pecah berkeping- keeping)

 

  1. STEADY STATE THEORY (Alam semesta  sudah ada terbentuk selamanya dalam

               susunan seperti sekarang)

 

 

 

  1. OSCILATING THEORY (Alam semesta tetap dalam keadaan melar dan menciut

              dalam jangka ribuan tahun)

 

  1. Prediksi Kelahiran Bumi

 

Bumi yang kita tinggali dapat diibaratkan sebagai sebuah rumah. Sebuah rumah ada karena diawali dengan proses pembentukan. Lalu, rumah itu akan musnah termakan usia. Demikian halnya dengan bumi. Bumi ini ada pasti diawali dengan proses pembentukan.dan pada saatnya nanti kita percaya bahwa bumi ini akan musnah. Entah berapa ribu atau berapa juta tahun lagi bumi ini akan musnah. Kita tidak tahu, itu rahasia tuhan. Kini kita coba mempelajari asal mula terjadinya bumi.

Bagaimana bumi ini terbentuk? Pertanyaan inilah yang sejak zaman purba menghantui pikiran manusia dan sampai sekarang belum diperoleh jawaban yang benar-benar memuaskan.

Meskipun demikian, kita patut menghargai para ahli yang dengan tekun melakukan pengamatan dan percobaan untuk mengungkap misteri pembentukan bumi. Usaha para ahli itu menghasilkan beberapa teori. Berikut ini adalah teori tentang pembentukan bumi.

 

 

Gambar : Teori Terjadinya tata surya

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Gambar : Crab Nebula Sisa ledakan bintang yang            Gambar: Nebula Orion

terlihat  di Cina tahun 1054

 

Teori Nebula

          Teori ini mengatakan bahwa anggota keluarga tata surya awalnya berbentuk masa gas raksasa yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin, mengecil dan mendekati bentuk bola. Rotasi massa ini semakin lama semakin tinggi. Akibatnya, bagian tengah massa itu menggelembung. Akhirnya, lingkaran materi itu terlempar keluar. Lingkaran ini mendingin, mengecil, dan akhirnya jadi planet.

Planet ini tetap mengorbit mengelilingi inti massa. Lalu lingkaran lain terlempar dan terlempar lagi dari pusat massa dan menjadi seluruh planet, termasuk bumi. Akhirnya, semua planet terbentuk. Pusat massa menjadi matahari kita.

Selanjutnya planet-planet itu juga melemparkan massa keluar angkasa dan berubah menjadi satelit atau bulan

 

Teori Planetesimal

           Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besarsehingga mengakibatkan pasang dibagian gas panas matahari.

Akibatnya, masa gas terlempar dari matahari dan mulai mengorbit . karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi matahari.

Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya masa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk bumi kita.

 

Teori Pasang

                Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaanya bahwa pada teori ini planet tidak terbentuk oleh planeetesimal.

Menurut teori ini, ketika bintang mendekat, atau bahkan menyerempet matahari kita, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.

 

  1. SEJARAH PERKEMBANGAN MUKA BUMI (PANGEA, GONDWANA)

 

                Menurut para ahli geologi, sebenarnya pelebaran alur-alur dasar samudera, gerkan-gerakan benua, pola seismik dunia, dan pola kegiatan vulkanik mereupakan bagian dari satu desakan energi dari perut bumi. Permukaan planet bumi terdiri dari enam bentangan besar lempeng benua yang bersifat keras, tapi sebanarnya tipis bila dibanding dengan ukuran bola bumi. Ukuran yang paling tebal pada benua-benua itu tidak mencapai 150 km. Lempeng-lempeng benua itu saling bergeseran. Gerakan-gerakan pergeseran kerak bumi ini juga disebabkan desakan hebat dari energi yang dikeluarkan oleh perut bumi.

Benua Asia terdiri dari tiga lempeng benua yang besar, yaitu Eurasia, Pasifik, dan India. Eurasia merupakan lempeng yang paling besar dan relatif statis, sedangkan lempengan pasifik dan India terus menerus bergerak, menggeser ke arah barat laut (pasifik), dan utara (india). Gerakan-gerakan “tabrakan” ini menghasilkan jajaran pulau-pulaudan jajaran pegunungan seperti pegunungan Himalaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar : Ilustrasi Perkembangan dari Muka Bumi.

 

Hal-hal penting tentang gerakan benua adalah sebagai berikut :

 

Gerakan-gerakan lempeng tektonik terus-menerus terjadi dan menciptakan perubahan-perubahan di permukaan bumi.

Sumber gerakan ini adalah arus yang disebabkan oleh panas. Arus ini terjadi dalam batuan padat tetapi kenyal dalam lapisan astenosfer selubung bumi.

Lempeng tektonik dapat meleleh waktu mendekati kulit bumi dan keluar lewat gunung api, celah, atau retakan seperti yang terjadi peda pematang Atlantik Tengah. Sambil meninggalkan retakan dasar samudera, batuan yang meleleh membentuk dasar baru di laut.

Dasar batuan yang meleleh mendesak maju bagian kerak bumi yang lebih tua. Bagian tua ini mungkin mendukung benua. Kalau bagian kerak bumi seperti itu bertemu ujung, maka benturan itu menyebabkan gempa. Inilah yang terjadi di dalam laut di lepas pantai Amerika Selatan, satu bagian bumi didorong masuk ke selubung untuk meleleh kembali, bbagian lainnya didorong ke atas sehingga membentuk pematang.

 


 

Gambar : ilustrasi Teori Gerakan Benua di Muka Bumi

 

Teori gerakan lempeng tektonik banyak kaitannya dengan persebaran gunung berapi di muka bumi dan terjadinya gempa bumi.

Sejak sekitar tahun 1900, para ahli geologi telah mengetahui bahwa kerak bumi bagian luar mengapung di atas lapisan lebih dalam yang lunak. Akan tetapi, teori mengenai gerakkan-gerakan benua tersebut baru dipublikasikan secara luas sejak tahun 1960.

 

 

Beberapa teori tentang gerakan benua disampaikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :

 

Alfred Lothar Wegener

                               Ia mengemukakan teori yang disebut Apungan dan  pergeseran benua-benua. A.L. Wegener (1880-1930) mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 di hadapan himpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman. Teori tersebut diungkap pertama kalinya dalam bentuk buku pada tahun  1915 yang berjudul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane (asal-usul benua dan lautan). Buku tersebut menimbulkan kontroversi besar dilingkungan ahli-ahli geologi. Kontroversi baru mereda tahun enam puluhan setelah teori apungan Benua Wegener ini banyak mendapat penganut di lingkungan ahli ilmu pengetahuan.

 

Adapun titik tolak teori Wegener tersebut adalah :

Adanya persaman yang mencolok antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut sebenarnya dahulu adalah daratan yang berimpitan. Itulah sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu di sana.

Keadaan ini telah dibuktikan kebenarannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika barat dari Sierra Leone sampai Tanjung Afirika Selatan sama dengan apa yang ada di pantai Timur Amerika, dari Pewru sampai Bahia Blanca.

                         Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan eropa dengan kecepatan 36 meter per tahun, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter per tahun. Menurut Wegener, benua-benua yang sekarang ini, dahulunya adalah satu benua yang disebut benua Pangea. Benua tuinggal itu mulai memecah karena gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa.

 

Dengan peristiwa tersebut maka terjadilah hal-hal sebagai berikut.:

 

      Bentangan-bentang samudera dan benua-benua mengapung sendiri-sendiri.

      Samudera Atlantik menjadu semakin luas karena benua Amerika masih terus melangsungkan gerakanya ke arah barat. Dengan demikian terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan utara-selatan, yang terdapat di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan.

      Adanya gerakan seismik yang luar biasa di sepanjang patahan

      Batas samudera Hindia makin mendesak ke Utara. Anak benua india semula diduga agak panjang, tetapi karena gerakannya ke utara maka India makin menyempit dan makin mendekat ke benua Eurasia. Proses tersebut menimbulkan lipatan pegunungan Himalaya.

Benua-benua sekarang inipun masih tyerus bergerak. Gerakan itu dpat dibuktikan dengan makin melebarnya celah yang terdapat di alur-alur dalam samudera.

 

Descartes

                             Ia mengemukakan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh sues.

Menurut Rana Descartes (1596-1650), bumi kita makin susut dan mengkerut karena pendinginan. Karena itu, terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah.

Teori ini tidak mendapat dukungan para ahli geologi.

 

Edward Suess

                          Edward Suess (1831-1914) melanjutkan teori descartes. Akan tetapi suess menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut benua Gondwana.

Benua yang besar itu sekarang tinggal sisa-sisanya saja, karena bagian lain sudah tenggelam di bawah permukaan air laut.

 

Tim Peneliti Amerika

                          Tim peneliti ini terdiri dari 17 orang, dari The New York american Museum Of Natural History, Ohio state University, dan Whichita State University.

Mereka mengadakan penelitian di kutub Selatan antara tahun 1969-1970. pusat perhatian mereka ialah Trans Antartik Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan kebenaran teori A.L. Wegener.

Dari hasil penelitian mereka terbukti bahwa daerah itu terletak di daerah dekat khatulistiwa pada 200 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, seharusnya pada zaman tersebut di daerah itu terdapat binatang dan tumbuh-tumbuhan. Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang rahang binatang amfibi air tawar purba, yang disebut Labyrintodont. Binatang itu seperti salamender, kepalanya gepeng dan badannya besar dan berat. Fosil-fosil seperti itu ditemui pula di AmerikaSelatan dan Afrika. Dari segi ilmu pengetahuan, magnetn dan geologi makin lama terdapat bukti-bukti yang menguatkan teori apungan benua.

Teori gerakan benua juga beranggapan bahwa 200 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua besar di planet ini. Gambar 3.6 merupkan rekontruksi dari anggapan itu, dengan daratan Laurasia di sebelah utara dan daratan Gondwana disebelah selatan yang dipisahkan oleh lautan yang sekarang menjadi garis jajaran gunung Alpen-Himalaya.

 

  1. KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI

 

Bagian litosfer yang paling atas itu bagaikan kulit ari pada kulit kita dan merupakan lapisan kerak bumi yang tipis. Lapisan kerak bumi itu terdiri atas dua bagian, yaitu :

Kerak bumi yang tebalnya sekitar 40 km.

Kerak dasar samudera yang tebalnya sekitar 10 km.

 

 

Litosfer  terpecah-pecah menjadi sekitar 12 lempeng. Dinamakan lempeng, karena bagian litosfer itu mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horisontal (panjang dan lebar), tetapi berukuran kecil pada arah vertikal. Lempeng-lempeng itu masing-masing mempunyai gerak pergeseran mendatar.

Akibat arah pergeseran yang tidak sama, terjadi tiga jenis batas pertemuan antara lempeng-lempeng itu, yaitu dua lempeng saling menjauh, dua lempeng saling bertumbukan dan dua lempeng saling berpapasan.

Di daerah dua lempeng yang saling menjauh terdapat beberapa fenomena, seperti : perengggangan lempeng yang disertai pertumbukan kedua tepi lempeng tersebut  Pembentukan tanggul dasar samudera di sepanjang tempang perenggangan lempeng.Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan hamparan leleran lava yang encer. Aktivitas gempa di dasar laut dan sekitarnya. Terbentuknya tanggul diakibatkan proses proses vulkanisme yang bertumpuk sepanjang celah. Tanggul seperti itu terdapat di lautan Atlantik, memanjang dari kutub utara sampai mendekati kutub selatan. Celah ini menjadikan benua Amerika bergerak saling menjauh dengan benua Afrika dan Eropa.

Di samudera Pasifik terdapat tanggul dibagian tenggara samudera yang membujur ke utara sampai ke teluk Kalifornia. Di bagian selatan samudera Hindia, tanggul seperti itu memanjata dari barat ke timur, mendorong lempeng dasar samuidera Hindia atau lempeng Indonesia-Australia ke arah utara. Pergeseran lempeng tersebut mendorong anak benua India yang berasal dari dekat Antartika, bertabrakan dengan lempeng benua Asia dan menyebabkan pembentukan pegunungan Himalaya.

Di daerah pertemuan dua lempeng, terjadi beberapa fenomena sebagai berikut :

  • terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi
  • merupakan daerah Hiposentra gempa dangkal dan dalam
  • lempeng dasar asamudera menunjang ke bawah lempeng ben
  • terbentuk pelug laut di tempat pembuatan tumpukan itu
  • pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan
  • penghancuran lempeng akibat pergeseran lempeng dan
  • timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan Bancuh atau Melang